Pasar Batu, Dongkrak Pemasaran Batu Akik Klawing

KiosPURBALINGGA,       – Salah seorang perajin besar batu hias dan batu akik Klawing, Bayu “Raja Klawing” meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Purbalingga segera merealisasikan adanya pasar batu di Purbalingga. Pasar batu tersebut nantinya diisi seluruh perajin batu akik di Purbalingga sehingga pemasaran batu akik Klawing dapat terpusat di suatu tempat.

“Untuk mendongkrak pemasaran memang yang terbaik harus ada pasar batu dimana seluruh komunitas batu di Purbalingga berkumpul di pasar itu. Soal tempat monggo terserah pemda mau dibangun dimana,” ujar Bayu, saat ditemui di rumah sekaligus bengkel dan showroom batu Klawing yang belokasi di Desa Kembangan Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Selasa (10/2).

Bayu yang berpenampilan khas dengan rambut pirangnya, bahkan mengusulkan agar di lokasi pasar batu tersebut dilengkapi semacam museum batu Klawing. Harapanya keberadaan museum itu akan lebih menarik perhatian pecinta batu sehingga mereka akan berkunjung sekaligus menjadi pembeli batu akik Klawing.

Bayu sendiri, saat ini merupakan pengusaha dan perajin batu Klawing yang menjadi salah satu rujukan bagi para perajin baru di wilayah Purbalingga. Bahkan perajin batu dari Purwokerto dan Banjarnegara tak jarang yang kulakan bahan batu Klawing di bengkelnya.

Dia mengaku, awal usahanya bermula dari kesenangan dia mengumpulkan batu kali meski tak tahu akan diapakan batu-batu itu. “Itu sejak tahun 2010. Saya baru tahu dari seorang teman kalau batu yang saya kumpulkan bisa menjadi hiasan. Kemudian mencari orang yang bisa menggosok batu menjadi mengkilap. Sejak itulah saya menekuni bisnis batu biseki atau batu hias,” jelasnya.

Wacana pembuatan pasar batu atau sentra penjualan batu akik Klawing diungkapkan Bupati Sukento Rido Marhaendrianto, saat mengukuhkan Paguyuban Pecinta dan Pelestari Batu Akik Klawing, di Pendapa Dipokusumo, awal November lalu.

Menurut Bupati, tren batu akik Klawing perlu ditangkap menjadi peluang usaha guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu perlu dibangun sebuah sentra penjualan batu akik Klawing sebagai fasilitasi pemkab terhadap kendala pemasaran para perajin.

Ketua Paguyuban, Cahyono atau lebih dikenal dengan nama Jojo Sindunala juga mendukung adanya sentra penjualan di Purbalingga. Hal itu untuk meberikan pasar bagi para perajin batu akik yang kini bermunculan dimana-mana. Jumlahnya, lanjut Jojo,  melonjak tajam dari awalnya hanya tiga ratusan perajin, kini sudah mencapai ribuan.

“Kami dari paguyuban juga berupaya menangkap peluang pemasaran di tingkat nasional, dengan adanya tawaran pengelola pasar Permai Koja, Jakarta Utara. Sudah ada 38 perajin yang siap mengisi dari 40 kios yang ditawarkan dan rencananya akan launching mulai 18 Februari mendatang,” jelas Jojo.

Jojo melanjutkan, Jakarta Klawing Centre yang berada di Pasar Permai Blok B Lantai 3, Koja, Jakarta Utara, merupakan terobosan pemasaran yang dilakukan paguyuban. Upaya tersebut mendapat dukungan penuh Bupati Sukento dan dinas terkait seperti Dinperindagkop dan Bappeda.

“Rencananya saat pembukaan nanti, kami juga mengundang Bapak Bupati untuk menghadiri acara itu,” tambahnya.  (Hardiyanto)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *