Perajin Batu Akik, Digelontor Ratusan Juta Rupiah

 

PURBALINGGA,          DSC_0855, Terkait dengan semakin merebaknya popularitas batu akik di Indonesia, khususnya di kabupaten Purbalingga.Selain itu, himbauan bupati Purbalingga yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara ( ASN) dan pejabat pemkab beserta keluarganya agar ikut memakai batu akik, khususnya batu akik Purbalingga. Hal tersebut juga sebagai wujud keberpihakan pemkab terhadap usaha kecil menengah mikro (UMKM), khususnya perajin batu akik dan merupakan bentuk pilar ketiga dari visi misi Pemkab Purbalingga untuk meningkatkan serta mengembangkan ekonomi kerakyatan.

“Semakin merebaknya pamor batu akik di Purbalingga, dan aktifitas usaha dilakukan sebagian besar oleh rakyat melalui pengrajin-pengrajin dan UMKM. Kami bersama bupati menghimbau kepada semua pejabat serta  ASN agar ikut membantu mengembangkan, menumbuhkan bagaimana mencintai batu akik, khususnya batu akik Sungai Klawing serta sungai lainya di Purbalingga,”pinta Wakil Bupati Purbalingga Tasdi, saat mengunjungi perajin batu akik di Kelurahan Bancar Kecamatan Purbalingga, Jumat (30/1).

Menurutnya, jikalau pejabat dan ASN memberikan contoh kepada masyarakatnya, secara otomatis masyarakat luas akan ikut mencintai batu akik. Untuk itu pemkab melaui APBD tahun 2015 akan menganggarkan dana kurang lebih sekitar 900 juta rupiah untuk membantu peralatan  bagi perajin batu akik.

“Dengan diberikannya anggaran tersebut, pemkab tidak hanya menghimbau saja, tapi juga merealisasikan serta membantu mereka. Disamping itu, pemkab juga akan membuka networking (jaringan) di kota-kota besar seperti Jakarta  dan tempat lainya. Jaringan tersebut diharapkan dapat membantu memasarkan batu akik asal Purbalingga, termasuk di tempat- tempat wisata yang di Purbalingga juga sudah disediakan kios-kios batu akik,”jelasnya.

Menurut Tasdi, sesuai dengan program pemerintah pusat adanya Perpres Nomor 95 tentang pengembangan UMKM. Dengan pemberdayaan potensi batu akik, pemkab sangat serius dalam menangani semakin merebaknya batu akik.

“Karena potensi  bahan baku batu akik  di Purbalingga sangat banyak melimpah, sehingga untuk menghindari eksploitasi besar-besaran maka  pemkab akan segera membuat regulasi yang bentuknya peraturan bupati (perbub) ataupun peraturan daerah (perda).

Dengan dibuatnya regulasi tersebut, sambung Tasdi, merupakan bentuk serta upaya pengendalian bahan baku yang melimpah agar tidak diambil secara besar-besaran oleh orang yang tidak bertanggung jawab.  Selain itu, dengan adanya regulasi nantinya yang diizinkan  untuk dijual adalah produk yang sudah jadi, seprti cincin, kalung liontin, bukan bahan bakunya.

“Oleh karena itu regulasi itu sangat penting, agar segera direalisasikan utnu pengndalian bahan baku batu akik. Disamping secara riil ikut membantu, secara organisatoris manajemen, pemkab juga ikut turun tangan dengan membentuk paguyuban baik ditingkat kabupaten kecamatan hingga tingkat desa. Sehingga kita harapkan batu akik kedepan menjadi produk unggulan kabupaten Purbalingga yang bisa meningkatkan  pendapatkan masayarakat lokal, dan secara nasional dapat membawa nama baik Purbalingga,”ujarnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Dan Pengembangan UMKN pada Dinas Perindustrian Perdagangan Dan Koperasi (Dinperindagkop) Kabupaten Purbalingga Adi Purwanto mengatakan, bahwa saat ini geliat usaha batu akik sedang mengalami peningaktan yang luar biasa.

“Beradasarkan pengamatan kami dilapangan, saat ini masyarakat yang menekuni usaha batu akik , semakin meningkat jumlahnya. Yang tadinya hanya industr rumahan, saat ini sudah mulai memasarkan sendiri produk-produk buatan merekamelaui kios-kios dan banner di tempat-tempat strategis, pasar, juga tempat wisata,”tuturnya.

Menurutnya, saat ini perajin batu akik banyak tersebar di wilayah Purbalingga, dari perdesaan hingga perkotaan. Sehingga diharapkan mereka untuk bergabung ke dalam paguyuban.

”Hal tersebut untuk memudahkan pembinaan di sektor UMKM, agar lebih terarah,”jelasnya.

Saat ini, sambung  Adi, data perajin batu akik dan menjadi anggota paguyuban jumlahnya sekitar 114 perajin. Dengan adanya anggaran yang dalokasikan bagi para perajin tersebut, pihaknya optimis, geliat batu akik Purbalingga akan semakin membantu perekonomian warga.

“Kami berharap, kepada pemkab, agar segera merealisasikan regulasi terkait batu akik, agar sumber daya alam/keakayaan tidak dieksploitasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,”pintanya. (Sukiman)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *