• Uncategorized
  • 0

Pameran Akan Meningkatkan Pamor Batu Klawing

URBALINGGA,     DSC_2284 – Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, mengapresiasi dilaksanakannya pameran batu akik klawing dan barang antik. Menurut Bupati, adanya pameran dapat meningkatkan pamor dan harga jual batu Klawing baik di kalangan lokal maupun nasional.

“Saya kira disini pengunjungnya sangat antusias. Saya apresiasi penyelenggaraan pameran ini. Semakin banyak pameran akan semakin menaikan pamor batu Klawing,” kata Bupati saat menyambangi arena pameran yang dipusatkan di gedung Kongkwan, Sabtu siang (13/12).

Sayangnya, Bupati masing menyayangkan masih rendahnya nilai jual batu akik Klawing. Meski dirinya menyadari, persoalan batu akik adalah soal kesenangan, namun ia mengajak para perajin batu akik untuk dapat berupaya menaikan nilai jual produk yang diambil dari potensi batu Klawing.

“Impian saya, minimal dihargai enam digit. Tapi memang harus juga ditingkatkan kualitasnya,” katanya.

Rencananya untuk mendukung rencana tersebut, bupati bakal mengeluarkan peraturan bupati (perbub) untuk mengatur hal itu. “Saat ini, saya sudah memerintahkan bagian hukum untuk menyusun perbub tersebut,” katanya.

Nantinya perbub tersebut menurut bupati, bakal mengatur retribusi penambangan batu Klawing, peredaran batu Klawing termasuk nantinya nilai dari batu Klawing tersebut. “Dengan adanya perbup ini, diharapkan Pemkab juga mendapatkan sisi positif dalam hal PAD. Sedangkan bagi masyarakat tambah sejahtera,” imbuhnya.

Menyangkut peredaran batu Klawing, nantinya tidak lagi boleh dijual dalam bentuk bahan atau pun bongkahan.  “Batu Klawing harus dijual dalam bentuk kerajinan. Hal ini akan menambah nilai dari batu Klawing,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya,Pameran Pesona Batu Klawing dan Barang Antik berlangsung sejak Kamis (11/12) hingga Minggu (14/12) di Gedung Kongkwan Jalan MT Haryono 1A Purbalingga. Pameran diikuti 34 stan batu akik,  14 peserta UMKM dan 6 stand non umkm.

Pihaknya bukan hanya memamerkan hasil karya para perajin yang tersebar di wilayah Purbalingga, namun melalui pameran tersebut juga mengajak para perajin, penggemar , kolektor dan siapapun yang peduli dengan batu akik Klawing untuk bersama-sama mengupayakan kelestarian potensi yang dimiliki kabupaten Purbalingga.

“Kami berharap ada upaya agar potensi batu Klawing tidak keluar Purbalingga dalam bentuk glondongan-glondongan yang belum memiliki nilai,” ujar kolektor dan perajin batu akik asal Purwokerto ini. (Hardiyanto)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *