Pameran Sebagai Edukasi dan Promosi Produk Lokal

Cicipi makanan non beras3PURBALINGGA,                 – Pameran pembangunan Purbalingga Expo 2014 yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 184 Kabupaten Purbalingga, merupakan wahana untuk mempromosikan dan memberikan edukasi cinta produk lokal kepada masyarakat.

“Saya ingin produk lokal Purbalingga payu gitu lah. Produk local dicintai oleh masyarakat Purbalingga. Setelah dicintai kemudian dibeli sehingga akhirnya kita tidak tergantung kepada produk luar Purbalingga,” kata Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto saat membuka Purbalingga Expo 2014 yang dipusatkan di lapangan sepak bola Purbalingga Kidul, komplek Stadion Gelora Goentoer Darjono, Kamis (18/12).

Menurut Bupati, diadakanya kembali pameran atau expo setelah beberapa tahun kosong, merupakan sebuah kemajuan. Meski baru bersifat lokal, namun aspek pembangunannya sudah terlihat. Expo kali ini, lanjut Bupati, bukan hanya pameran dagang yang hanya memindahkan produk luar daerah untuk dijual di Purbalingga. Tapi ini lebih banyak diikuti para UMKM yang dibina SKPD, termasuk perajin batu Klawing yang sedang booming.

“Disini ada edukasi untuk meningkatkan produk UMKM, aspek pembangunannya juga sudah ada. Kedepan, kita tingkatkan lingkupnya menjadi tingkat karesidenan dan seterusnya. Mudah-mudahan bisa diselenggarakan rutin,” tambahnya.

Dukung One Day No Rice

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga selaku Ketua seksi expo panitia Hari Jadi ke 184 Kabupaten Purbaingga, Agus Winarno menuturkan, kegiatan Purbalingga Expo 2014 diikuti 113 stand peserta. Terdiri dari unsure SKPD baik local maupun provinsi, BUMN, BUMD, PNPM, unsure sekolah dan swasta.

“Yang dari swasta, materinya meliputi berbagai kebutuhan seperti otomotif, elektronik, busana, buku dan tentu saja produk UMKM kita terutama batu Klawing,” jelasnya.

Dari pantauan koran ini, sejumlah peserta dari SKPD memajang berbagai produk kegiatan yang menjadi tugas pokoknya masing-masing. Stand Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BPPKP), menghadirkan berbagai produk makanan pengganti beras. Seperti  nasi tiwul, nasi jagung, dan nasi mocaf. Termasuk berbagai produk panganan berbahan tepung mocaf dan produk non beras lainnya.

“Kita sengaja melakukan sosialisasi dan edukasi terkait program yang beberapa waktu lalu dicanangkan oleh Bapak bupati yakni  One Day No Rice atau Sedina Ora Mangan Sega,” jelas Kepala BPPKP Lily Purwati.

Melalui program ini, lanjut Lily, masyarakat diharapkan dapat menghemat konsumsi beras melalui penganekaragaman makanan pokok. Aplikasinya, satu hari dalam seminggu, masyarkat diminta tidak makan beras dan menggantiinya dengan produk non beras.

Sementara di stand RSUD dr R Goeteng Tarunadibrata Purbalingga, masyarakat dapat melakukan cek tensi gratis, cek gula darah gratis dan konsultasi gizi. Pada pembukaan Purbalingga Expo kali ini juga disiarkan langsung oleh tiga stasiun radio yakni LPPL Radio Suara Perwira, LPPL Radio Ardilawet, dan Radio Komunitas Lentera. Mereka tergabung pada stand Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo).

“Selama expo, kami akan melakukan siaran langsung termasuk siaran dialog dengan sejumlah peserta expo langsung dari studio mini di arena expo,” jelas penanggungjawab LPPL Suara Perwira, Baryati.

Untuk produk UMKM terlihat di beberapa stand, baik stand mandiri maupun stand SKPD Pembina seperti Dinperindagkop, Bagian Perekonomian dan stand program PNPM. Bagian Humas Setda Purbalingga juga tak mau ketinggalan dengan membuka stand yang berisi sejumlah produk kehumasan.

Bagi masyarakat yang ingin berburu produk batu akik Klawing, terdapat sedikitnya tujuh stand batu akik baik dari local Purbalingga maupun dari luar daerah Purbalingga.

Purbalingga Expo 2014, akan berlangsung hingga 25 Desember, dipusatkan di lapangan Purbalingga Kidul, komplek stadion Goentoer Darjono. Selama expo, masyarakat akan dihibur sejumlah pementasan, yakni pentas seni Ludruk Kirun cs pada Jumat (19/12) pukul 19.00, Parade Band Lokal (Sabtu 20/12) pukul 09.00 s/d selesai.

Kemudian pentas band J-Rock (Sabtu 20/12) pukul 19.00 dan gelar seni local (Minggu 21/12) pukul 19.00 WIB. Untuk pentas hiburan, seluruhnya ditempatkan di area parkir stadion Goenteor Darjono. (Hardiyanto).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *