• Uncategorized
  • 0

Pameran Pesona Batu Klawing dan Barang Antik Diserbu Warga Sekda Ikut Berburu Batu Klawing (Sub)

DSC_2138PURBALINGGA,       – Pameran Pesona Batu Klawing dan Barang Antik yang digelar mulai kemarin (11/12) diserbu para pecinta batu akik Klawing Purbalingga. Begitu dibuka resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Imam Subijakto, para pengunjung bergegas menyerbu konter yang disediakan untuk puluhan perajin dan komunitas batu akik dari Purbalingga dan Banyumas.

Pameran yang baru pertama diselenggarakan di Purbalingga, dimaksudkan untuk memperkenalkan potensi keindahan batu Klawing yang kini mendunia. “Kita tidak mematok target penjualan. Yang penting seluruh perajin batu akik di Purbalingga dapat saling bertemu. Yang sudah professional dapat memajang seluruh hasil kreasinya, yang baru coba-coba dapat termotifasi dan belajar dari seniornya,” ujar Ketua Panitia Pameran Pesona Batu Klawing dan Barang Antik, Agam Soedijono usai pembukaan, di Gedung Khongkwan eks SMP Dharma Mulya Purbalingga, Kamis (11/12).

Dikatakan Agam, pameran yang diikuti 34 stan batu akik,  14 peserta UMKM dan 6 stand non umkm, bukan hanya memamerkan hasil karya para perajin yang tersebar di wilayah Purbalingga. Namun melalui pameran tersebut pihaknya juga mengajak para perajin, penggemar , kolektor dan siapapun yang peduli dengan batu akik Klawing untuk bersama-sama mengupayakan kelestarian potensi yang dimiliki kabupaten Purbalingga.

“Kami berharap ada upaya agar potensi batu Klawing tidak keluar Purbalingga dalam bentuk glondongan-glondongan yang belum memiliki nilai,” ujar kolektor dan perajin batu akik asal Purwokerto ini.

Para perajin batu akik Klawing, lanjut Agam, juga berharap pemkab Purbalingga dapat memberikan fasilitas ruang pamer batu akik Klawing sebagai sarana promosi dan pemasaran. Selain itu, mereka juga berharap ada bantuan peralatan agar produksinya semakin baik dan berkembang.

Sekda Purbalingga Imam Subijakto menuturkan, selama ini Pemkab sangat memberikan oerhatian terhadap perkembangan potensi kerajinan batu Klawing. Bahkan Bupati Suykento Rido Marhaendrianto, telah mengintruksikan seluruh jajaran PNS di lingkungan Pemkab untuk menggunakan cincin batu akik Klawing.

“Yang dilakukan Pak Bupati, tentu menjadi wujud dukungan pemkab terhadap potensi daerah yang kini menjadi booming. Kami juga telah menggunakan cincin yang dibuat oleh perajin local Purbalingga,” kata Imam sambil menunjukan cincin nogosui yang dipakainya.

Berburu Batu Akik

Dari pengamatan Koran ini, pada hari pertama pameran para pengunjung yang terdiri dari berbagai generasi, baik orang tua, anak muda, pria dan wanita bahkan sejumlah anak-anak berebut menyaksikan karya kerajinan batu akik yang dipamerkan. Bukan hanya batu akik polesan, juga dipamerkan ratusan jenis cincin batu akik asli Purbalingga maupun luar daerah, lengkap dengan ring batu akik atau yang sering desebut emban.  Pada pameran itu juga dipajang aneka rough atau bongkahan batu hias yang harganya bisa mencapai ratusan juta bahkan menembus angka satu milyar.

Terlihat diantara pengunjung, para pejabat pemkab yang baru mengikuti acara pembukaan, ikut berburu cincin batu Klawing. Seperti, Sekda Imam Subijakto, Asisten Pemerintahan Kodadiyanto, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Susilo Utomo, Kepala Dinperindagkop Agus Winarno. Mereka juga membeli batu Klawing meski dijarinya telah terselip cincin batu khas Purbalingga.

Pameran Pesona Batu Klawing dan Barang Antik, akan digelar hingga Minggu (14/12) di Gedung Khongkwan, Jalan MT Hasryono no 1A Purbalingga. Masyarakat dapat menyaksikan event tersebut setiap hari hingga pukul 21.00 WIB. (Hardiyanto)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *