• Uncategorized
  • 2

Ratusan Siswa MAN Orientasi Program GPMP

kr

Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga, Minggu pagi (2/3) memadati arena  Gelar Produk Minggu Pagi (GPMP) yang dipusatkan di komplek Stadion Gelora Goentoer Darjono Purbalingga. Gelaran ini merupakan program rutin tiap minggu pagi yang diselenggarakan oleh Paguyuban UMKM Dahsyat Purbalingga bersama Dinperindagkop.

“Mereka melakukan orientasi kegiatan UMKM dalam rangkaian kegiatan live survival entrepreneurship. Harapanya wawasan kewirausahaan  mereka terbuka sebagai bekal membentuk kemandirian para siswa,” ungkap ketua kegiatan Live Survival Entreprenership,  Mukholiq Adi S SPd MSc,  saat mendampingi siswa di Gelora Goentoer Darjono, Minggu (2/3).

Menurut Mukholiq yang juga kordinator kelas jalur khusus MAN Purbalingga, kegiatan seperti ini telah berlangsung sejak 2011. Awalnya program Live Survival Entrepreneurship diberikan kepada siswa kelas jalur khusus. Namun pada 2014 ini, program diberikan kepada seluruh siswa MAN.

“Pesertanya adalah siswa kelas X dan XI sebanyak 625 siswa. Termasuk siswa kelas jalur khusus, terdiri dari 69 siswa kelas X dan 49 siswa kelas XI,” jelas pria yang juga menjadi salah satu pelaku UMKM Purbalingga ini.

Mukholiq menjelaskan, program tersebut diselenggarakan sebagai persiapan mengisi kegiatan liburan siswa. Selain untuk membekali kemandirian dan kewirausaaan, siswa juga diajak terjun langsung dalam kegiatan kewirausahaan. Sehingga siswa diharapkan lebih tangguh dalm menghadapi perubahan zaman.

Sebelumnya. Lanjut pemilik produk Egg Roll Ketuhu ini, rangkaian kegiatan diawali dengan memberikan pelatihan atau pembekalan kewirausahaan di pendapa Griya UMKM komplek pasar Segamas. Pada kegiatan yang diadakan Sabtu (1/3) kemarin, para siswa diberikan motivasi kewirausahaan yang disampaikan  oleh tim dari Dinperindagkop.

Selanjutnya, para siswa akan diterjunkan mengikuti kegiatan magang di sejumlah pelaku UMKM Purbalingga. Di tempat pelaku UMKM ini, mereka akan belajar banyak hal mulai dari proses produksi, pengepakan dan pemasarannya.

“Magang di laksanakan mulai Senin (3/3) hingga Rabu (12/3). Tujuan akhir dari kegiatan magang, para siswa akan menggelar Bazar dlm rangka milad 22 Maret mendatang,” katanya.

Mukholiq menambahkan, Khusus untuk  para siswa dari kelas jalur khusus, diharuskan melakukan presentasi kegiaan Live Survival Entrepreneurship yang ditulis dan disampaikan dalam bahasa inggris.

Ditemui di lokasi GPMP, Kabid UMKM Dinperindagkop,Gatot Budi Raharjo menyambut baik kegiatan yang diadakan oleh MAN Purbalingga. Menurutnya, jiwa kewirausahaan memang harus ditularkan kepada generasi muda seperti para siswa di MAN ini.

Dengan melakukan kegiatan bersama para pelaku usaha, ujar Dia, mereka diharapkan dapat termotivasi dan memiliki impian untuk menjadi entrepreneur. “Kita tularkan sikap mental dan karakter kemandirian dari seorang entrepreneur.  Hasilnya, tidak hanya sebatas nilai bagus di sekolah, tetapi mereka juga mendapatkan nilai hidup yang sesungguhnya,” katanya.

Menyangkut penyelenggaraan GPMP, Gator menyebut kegiatan yang diselenggarakan para pelaku UMKM mampu berkembang positif. Kegiatan yang dipusatkan di stadion Goentoer Darjono ini, mampu menjadi magnet baru wisata kuliner di Purbalingga.

“Dari minggu ke minggu omsetnya bagus. Para pelaku usaha juga terlihat tambah bersemangat. Ini pengungkit baru wisata kuliner di Purbalingga,” tandasnya.

Terpisah, Bupati Sukento Rido Marhaendrianto mengajak seluruh masyarakat untuk selalu membelanjakan uangnya di Purbalingga. Khususnya dalam rangka menghidupkan usaha kecil di kota perwira.  Caranya adalah sebanyak mungkin membeli produk lokal hasil usaha UMKM  Purbalingga.

“Mari kita beramai-ramai datang ke stadion Gonetoer Darjono. Karena disana kita bias berekreasi, bisa berolahraga, senam, jalan sehat, dan bersepeda. Sekaligus disana ada kegiatan gelar produk lokaal Purbalingga,”  ajaknya saat pengambilan gambar iklan layanan masyarakat tentang UMKM Purbalingga, kemarin.

Dalam kepemimpinannya, Bupati yang dilantik menggantikan Heru Sudjatmoko akhir Desember  lalu, memiliki slogan Purbalingga EMAS. Yakni ekonomi yang maju, managemen baik, Purbalingga yang aman dan masyarakat sejahtera. Pemanfaatan dan pengembangan produk lokal Purbalingga menjadi salah satu program yang terus dikampanyekan. (Hr)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *